Identitas dan Status Perpajakan
Periksa data identitas dan status yang digunakan untuk administrasi pajak. Tentukan siapa yang memvalidasi perubahan sebelum data digunakan.
Kelola data penghasilan dan Pajak PPh21 dalam payroll melalui Sigma HRIS atau Forte HRIS, dengan pendampingan setup dari tim kami. Hubungkan pemeriksaan data karyawan, komponen penghasilan, dan periode pajak dalam alur penggajian perusahaan.
PPh 21 berkaitan dengan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan. Dalam penggajian, kelengkapan identitas, status perpajakan, serta rincian penghasilan membantu tim memeriksa hasilnya. Data yang berubah perlu ditindaklanjuti agar administrasi pajak menggunakan informasi yang sesuai.
Periksa data identitas dan status yang digunakan untuk administrasi pajak. Tentukan siapa yang memvalidasi perubahan sebelum data digunakan.
Petakan penghasilan rutin dan pembayaran lain, termasuk bonus atau THR. Perlakuan setiap komponen perlu diperiksa sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Siapkan informasi periode kerja serta data penghasilan yang relevan. Kondisi karyawan masuk atau keluar memerlukan pemeriksaan sesuai kasusnya.
Cocokkan hasil perhitungan dengan rincian penghasilan dan data pajak yang digunakan. Saat demo, bahas juga format laporan yang dibutuhkan perusahaan.
Saat perusahaan membayarkan bonus, tim payroll perlu mengetahui periode pembayarannya dan data karyawan yang menerima. Informasi tersebut dibahas bersama komponen penghasilan lain agar pemeriksaan PPh 21 tidak terpisah dari proses penggajian.
Siapkan contoh data dan kebijakan penanganan pajak yang digunakan perusahaan.
Tim kami membantu meninjau kebutuhan pengaturan aplikasi dan contoh kasus penggajian.
Validasi hasil bersama penanggung jawab pajak perusahaan sebelum digunakan untuk administrasi berikutnya.
Administrasi Pajak PPh21 dalam payroll membutuhkan data karyawan dan penghasilan yang konsisten. Update informasi yang terlambat bisa membuat tim perlu melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil penggajian. Perusahaan sebaiknya menentukan pihak yang memeriksa data, mengonfirmasi perubahan, dan mengecek hasil perhitungan. Parameter perpajakan perlu mengikuti ketentuan yang berlaku dan kondisi yang relevan bagi perusahaan.
Sebelum menghitung pajak, tim payroll perlu memastikan komponen penghasilan dan perubahan data karyawan sudah masuk ke periode yang tepat. Misalnya, bonus yang dibayarkan bulan ini perlu dicatat bersama penghasilan lain pada periode tersebut. Jika informasi baru diterima setelah proses selesai, tim mungkin perlu memeriksa kembali hasil perhitungannya. Karena itu, tentukan batas waktu penyerahan data dan siapa yang mengonfirmasi perubahan. Saat demo, gunakan contoh penggajian perusahaan agar kebutuhan setup dapat dibahas secara konkret. Perlakuan pajaknya tetap perlu dikonfirmasi oleh penanggung jawab pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
HR, payroll, dan penanggung jawab pajak perlu menyepakati data yang diperiksa sebelum hasil digunakan. Pembahasannya bisa mencakup perubahan penghasilan, status karyawan, dan periode berlakunya. Siapkan contoh laporan dengan data simulasi agar tim dapat melihat rincian yang diperlukan tanpa membagikan informasi penting. Tim kami membantu menjelaskan alur aplikasi dan kebutuhan setup. Dengan contoh yang jelas, pengguna lebih mudah memahami asal angka dalam laporan, bagian yang harus dicek, dan siapa yang perlu dihubungi jika ada selisih.
Saat membahas aplikasi PPh21, sertakan contoh penghasilan rutin, komponen tidak rutin, dan perubahan kondisi karyawan yang perlu ditangani. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan perusahaan dipahami sebelum setup digunakan dalam operasional. Pemeriksaan hasil tetap penting, terutama ketika terdapat perubahan data atau pengaturan. Pembahasan dengan tim kami bisa difokuskan pada alur administrasi, kebutuhan perhitungan, dan bentuk laporan yang ingin digunakan.
Pilih contoh yang sudah diperiksa oleh penanggung jawab pajak perusahaan. Tunjukkan komponen penghasilan, kondisi karyawan, dan laporan yang dibutuhkan. Tim kami membantu membahas setup serta cara memeriksa hasil di aplikasi. Pengguna dapat mengikuti alur dari data awal hingga hasil perhitungan, lalu menanyakan bagian yang belum sesuai kebutuhan. Cara ini membantu tim memahami pekerjaan yang akan dijalankan setelah sistem digunakan, termasuk kapan perlu meminta konfirmasi sebelum melanjutkan proses payroll.
Sigma HRIS menyediakan pilihan on premises dan private cloud, sementara Forte HRIS berbasis cloud. Keduanya melayani berbagai skala perusahaan sesuai kebutuhan payroll dan kebijakan IT. Tim kami membantu mapping proses serta setup aplikasi. Gunakan contoh komponen dan laporan perusahaan saat demo agar pembahasan lebih jelas. Support yang responsif juga membantu tim HR ketika ada pertanyaan atau kendala dalam penggunaan setiap hari.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Data penghasilan dalam payroll menjadi dasar perhitungan dan pengecekan PPh 21. Pastikan informasi karyawan, status perpajakan, komponen penghasilan, dan periode yang digunakan sudah sesuai.
Perlakuan pajak perlu diperiksa berdasarkan jenis penghasilan dan ketentuan yang berlaku. Nama komponen saja tidak cukup untuk menentukan perlakuannya.
Siapkan contoh komponen penghasilan, data perpajakan, dan kebutuhan administrasi perusahaan. Tim kami membantu membahas contoh kasus penggajian serta pengaturan aplikasi yang diperlukan.
Kelengkapan data menjadi bagian penting dalam pemeriksaan payroll dan administrasi pajak. Perubahan perlu dicatat dengan acuan periode yang jelas.
Periksa komponen yang berubah dan tanggal berlakunya. Setelah itu, konfirmasikan perlakuan pajaknya kepada penanggung jawab pajak perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak. Hasil perhitungan berbeda dari bukti bahwa pelaporan sudah diterima. Perusahaan tetap perlu memeriksa status pelaporan dan bukti penerimaannya melalui layanan yang digunakan.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.