Definisi Indikator
Jelaskan hasil yang ingin diukur dengan bahasa yang mudah dipahami. Hindari indikator yang tidak berkaitan langsung dengan tanggung jawab karyawan.
Kelola KPI karyawan, target, dan bobot penilaian untuk mengukur pencapaian melalui Sigma HRIS atau Forte HRIS. Sepakati indikator serta sumber datanya agar karyawan dan atasan memahami cara membaca hasil kerja.
Angka pencapaian sulit dibandingkan jika definisi indikatornya berbeda. Tim perlu menyepakati apa yang diukur, sumber datanya, dan kapan hasil diperiksa. Aplikasi KPI karyawan membantu menata acuan tersebut agar pembahasan kinerja terhubung dengan sasaran pekerjaan, bukan sekadar mengisi persentase di akhir bulan.
Jelaskan hasil yang ingin diukur dengan bahasa yang mudah dipahami. Hindari indikator yang tidak berkaitan langsung dengan tanggung jawab karyawan.
Tentukan target beserta satuannya, seperti jumlah, durasi, atau persentase. Jelaskan apakah hasil yang lebih baik ditunjukkan oleh angka yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Berikan bobot sesuai prioritas pekerjaan. Jika menggunakan nilai gabungan, pastikan cara perhitungannya disepakati sebelum periode dimulai.
Tentukan sumber data dan pihak yang memeriksanya. Cantumkan periode dan sumber angka agar atasan dapat mengecek pencapaian dengan benar.
Misalnya, tim layanan memiliki target jumlah permintaan yang ditangani dan waktu penyelesaian. Jumlah yang tinggi belum menjelaskan kualitas layanan jika banyak pekerjaan harus diulang. Perusahaan dapat membahas kombinasi indikator yang sesuai agar karyawan memahami prioritas tanpa mengabaikan kualitas.
Mulai dari hasil kerja yang memang diperlukan oleh perusahaan.
Gunakan contoh realisasi untuk memeriksa satuan, rumus, dan bobot.
Bahas pencapaian selama periode berjalan dan dokumentasikan perubahan target yang disetujui.
Key Performance Indicator atau KPI membantu mengukur hasil yang penting bagi suatu peran. Setiap indikator perlu menjelaskan ukuran, target, periode, dan sumber datanya. Jika definisi tidak konsisten, dua pihak bisa membaca pencapaian dengan cara yang berbeda. Pemilihan KPI juga perlu mempertimbangkan tanggung jawab karyawan agar ukuran yang digunakan berhubungan dengan kontribusi yang memang bisa mereka pengaruhi.
Pilih KPI yang sesuai dengan pekerjaan karyawan. Misalnya, staf layanan dinilai dari permintaan yang diselesaikan dan waktu penanganannya. Terlalu banyak indikator bisa mengaburkan prioritas dan meningkatkan beban pelaporan. HR dan atasan perlu mengecek hubungan antara indikator, sumber data, dan pekerjaan setiap hari. Sebelum setup aplikasi KPI, pastikan definisi dan cara menghitung setiap indikator sudah jelas. Jika sumber angka belum disepakati, sistem tidak bisa menggantikan pembahasan tersebut. Kejelasan sejak awal membantu karyawan memahami bagaimana pencapaiannya dinilai dan mengurangi perbedaan tafsir pada saat review.
Periksa keseimbangan antarindikator agar pencapaian satu target tidak mengorbankan hasil lainnya. Misalnya, banyaknya pekerjaan yang selesai perlu dibandingkan dengan jumlah kesalahan atau pekerjaan yang harus diulang. Saat demo, gunakan contoh KPI perusahaan dan perubahan target yang pernah terjadi. Bahas cara mencatat perubahan, siapa yang menyetujuinya, dan kapan acuan baru mulai digunakan. Dengan begitu, atasan dan karyawan memahami hasil yang dinilai serta alasan di balik perhitungannya.
Contohnya, jumlah pekerjaan yang selesai perlu dibaca bersama kualitas atau ketepatan waktunya. Mengejar satu angka tanpa konteks bisa menghasilkan prioritas yang kurang tepat. Dalam pembahasan aplikasi KPI karyawan, siapkan indikator yang digunakan perusahaan beserta cara menghitung dan memeriksanya. Acuan tersebut membantu proses setup dan memudahkan review ketika muncul perbedaan pemahaman mengenai hasil.
Pilih beberapa KPI yang paling sering menimbulkan pertanyaan, lalu periksa definisi dan sumber datanya. Jika atasan dan karyawan masih membaca angka dengan cara berbeda, bagian itu perlu diperjelas sebelum setup. Saat demo, gunakan indikator perusahaan beserta contoh pencapaiannya. Bahas juga kondisi ketika target berubah. Dengan cara ini, KPI lebih mudah dipakai untuk review karena pengguna memahami apa yang diukur dan bagaimana hubungannya dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sigma HRIS menawarkan pilihan on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan perusahaan dan kebijakan IT. Bawa contoh kriteria atau alur review saat demo agar tim kami bisa membahas penggunaan yang sesuai. Kami membantu persiapan dan setup aplikasi, lalu mendampingi pengguna melalui support ketika ada pertanyaan atau kendala dalam menjalankan proses manajemen kinerja.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
KPI adalah indikator untuk mengukur kinerja, sedangkan target adalah hasil yang ingin dicapai. Contohnya, waktu penyelesaian menjadi indikator dan batas durasinya menjadi target.
Ya. Indikator perlu mengikuti jenis pekerjaan. Cara pengelompokan, pembobotan, dan pemeriksaannya dapat dibahas sesuai kebutuhan perusahaan.
Tidak selalu. Pilih indikator yang relevan dan dapat diperiksa agar karyawan tetap memahami prioritas pekerjaannya.
Sumber yang sama membantu penilai dan karyawan memeriksa realisasi tanpa memakai angka atau periode yang berbeda.
Pada indikator seperti durasi atau jumlah kesalahan, angka yang lebih kecil bisa menunjukkan hasil yang lebih baik. Sepakati satuan, target, dan cara menghitung nilainya sebelum periode penilaian dimulai.
Jika diperlukan, perubahan perlu disetujui dan dikomunikasikan dengan tanggal berlaku agar hasil dibaca menggunakan acuan yang tepat.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.