Posisi dan Departemen
Catat jabatan, lokasi kerja, serta bagian yang mengajukan kebutuhan. Gunakan nama posisi yang sama dengan data organisasi agar permintaan mudah ditelusuri.
Susun perencanaan rekrutmen berdasarkan posisi, jumlah karyawan, dan target mulai kerja melalui Sigma HRIS atau Forte HRIS. Bantu HR menentukan prioritas pencarian ketika beberapa departemen membutuhkan karyawan dalam waktu bersamaan.
Permintaan karyawan baru bisa datang dari beberapa departemen dalam waktu bersamaan. Tanpa rencana yang jelas, HR sulit membedakan kebutuhan mendesak, penggantian karyawan, dan penambahan tim. Perencanaan rekrutmen membantu perusahaan menyepakati posisi yang dibutuhkan sebelum memulai pencarian kandidat.
Catat jabatan, lokasi kerja, serta bagian yang mengajukan kebutuhan. Gunakan nama posisi yang sama dengan data organisasi agar permintaan mudah ditelusuri.
Bedakan penambahan karyawan dengan penggantian posisi yang kosong. Jumlah yang diajukan perlu disertai alasan agar dapat dibahas bersama atasan.
Tentukan kapan karyawan diharapkan bergabung. Informasi ini membantu HR menyusun prioritas pencarian dan memperkirakan waktu untuk setiap tahap.
Pastikan rencana yang dijalankan sudah mendapat persetujuan sesuai kewenangan. Perubahan jumlah atau jadwal perlu dikomunikasikan kepada tim rekrutmen.
Misalnya, satu cabang membutuhkan pengganti karyawan yang keluar, sementara cabang lain menambah tim untuk operasional baru. HR perlu mengetahui jumlah karyawan yang disetujui dan target mulai kerja di setiap cabang. Informasi tersebut membantu tim mendahulukan pencarian kandidat untuk posisi yang paling dibutuhkan.
Siapkan daftar kebutuhan dari departemen atau cabang yang mengajukan.
Bahas jumlah, persyaratan posisi, target waktu, dan pihak yang menyetujui.
Bandingkan rencana dengan posisi yang sudah terisi melalui realisasi rekrutmen.
Kebutuhan tenaga kerja sebaiknya menjelaskan pekerjaan yang perlu ditangani, bukan hanya jumlah posisi yang ingin dibuka. HR dan kepala departemen perlu membahas alasan penambahan, kompetensi yang dibutuhkan, dan target mulai kerja. Perencanaan ini membantu perusahaan membedakan kebutuhan pengganti karyawan dari penambahan kapasitas tim. Dengan kebutuhan yang jelas, HR bisa mendahulukan posisi yang paling dibutuhkan operasional.
Beberapa departemen bisa mengajukan permintaan karyawan secara bersamaan, tetapi prioritasnya belum tentu sama. Ada kebutuhan untuk mengganti karyawan yang keluar, mendukung ekspansi, atau menangani tambahan pekerjaan sementara. HR perlu membahas alasan tersebut bersama departemen sebelum memulai pencarian. Aplikasi perencanaan rekrutmen perlu mendukung alur pengajuan dan persetujuan perusahaan. Informasi yang lengkap membantu manajemen menilai apakah penambahan karyawan sesuai dengan rencana operasional. Prioritas pun ditentukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan, bukan hanya dari permintaan yang paling sering ditanyakan.
Mulailah dengan daftar posisi, target mulai kerja, dan penanggung jawab dari departemen yang mengajukan. Jika kebutuhan berubah, sampaikan alasan dan keputusan terbarunya kepada tim rekrutmen. Misalnya, pembukaan cabang ditunda atau jumlah karyawan yang disetujui berkurang. Tim perlu menyesuaikan lowongan dan pencarian kandidat agar tidak menggunakan rencana lama. Saat demo, gunakan contoh perubahan seperti ini untuk membahas proses persetujuan, pembagian tugas, dan cara memantau posisi yang sudah terisi.
Misalnya, cabang baru akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan. Perusahaan perlu memperhitungkan waktu pencarian kandidat dan kesiapan karyawan sebelum bertugas. Dalam demo aplikasi perencanaan rekrutmen, gunakan contoh kebutuhan tersebut untuk membahas tahapan persetujuan dan tindak lanjut. Rencana yang berguna adalah rencana yang bisa dicek kembali ketika jadwal atau kebutuhan pekerjaan berubah.
Rencana rekrutmen perlu membantu HR menentukan posisi yang harus didahulukan. Jika semua permintaan ditandai mendesak, tim perlu membahas lagi dampaknya terhadap pekerjaan. Gunakan rencana yang sedang berjalan saat demo, lalu tunjukkan proses persetujuan dan perubahan kebutuhannya. Dengan contoh tersebut, aplikasi bisa dibahas sesuai pembagian tugas perusahaan. Tim rekrutmen punya prioritas yang lebih jelas, sementara departemen memahami perkembangan kebutuhan karyawan yang mereka ajukan.
Kebutuhan rekrutmen Anda bisa dibahas bersama tim Sigma Solusi Informatika. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Pilihannya mengikuti cara kerja serta kebijakan IT perusahaan. Siapkan contoh posisi atau proses seleksi untuk demo agar pembahasan lebih sesuai dengan kebutuhan HR. Tim kami membantu persiapan penggunaan dan tetap menyediakan support setelah aplikasi digunakan.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Perencanaan mencatat posisi, jumlah kebutuhan, dan target yang disetujui. Realisasi menunjukkan hasilnya, seperti karyawan yang sudah bergabung dan posisi yang masih perlu diisi.
Ya, kebutuhan penggantian sebaiknya dicatat terpisah dari penambahan tim agar alasan dan prioritasnya jelas.
Bawa contoh permintaan karyawan, daftar posisi, jumlah kebutuhan, target waktu, serta alur persetujuan yang digunakan perusahaan.
Departemen yang membutuhkan menjelaskan posisi, jumlah, dan alasannya. HR membantu meninjau serta mengoordinasikan persetujuan sesuai proses perusahaan.
Catat target bergabung serta dampak kekosongan posisi. Informasi tersebut membantu menentukan prioritas pencarian.
Konfirmasikan perubahan dan sesuaikan rencana serta lowongan aktif agar tim rekrutmen tidak memakai jumlah yang sudah tidak berlaku.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.