Pencocokan Wajah
Face recognition mendukung pemeriksaan kesesuaian wajah dengan data acuan. Proses pendaftaran dan kualitas pengambilan perlu diperhatikan agar penggunaan berjalan baik.
Catat absensi dari ponsel melalui Mobile Attendance dengan face recognition dan liveness pada Sigma HRIS serta Forte HRIS. Hubungkan pencatatan kehadiran dengan identitas karyawan, jadwal kerja, dan aturan absensi perusahaan.
Mobile Attendance membantu karyawan mencatat kehadiran dari perangkat mobile sesuai kebutuhan perusahaan. Face recognition digunakan untuk pencocokan wajah, sedangkan liveness membantu memeriksa bahwa pengambilan dilakukan dari orang yang hadir saat proses berlangsung. Keduanya menjadi bagian dari pemeriksaan absensi bersama identitas pengguna, jadwal kerja, dan aturan yang diterapkan perusahaan.
Face recognition mendukung pemeriksaan kesesuaian wajah dengan data acuan. Proses pendaftaran dan kualitas pengambilan perlu diperhatikan agar penggunaan berjalan baik.
Liveness membantu memeriksa apakah yang berada di depan kamera adalah orang yang hadir langsung, bukan foto. Kondisi kamera dan pengaturan aplikasi tetap memengaruhi hasil pemeriksaan.
Karyawan perlu memahami status pencatatan masuk atau pulang. Jadwal serta keterangan yang relevan digunakan untuk pemeriksaan kehadiran berikutnya.
Siapkan langkah bantuan ketika kamera, izin perangkat, atau proses pencatatan mengalami kendala. Koreksi tetap mengikuti alur yang berwenang.
Perbedaan perangkat, pencahayaan, dan koneksi dapat memengaruhi pengalaman absensi mobile. Uji dengan perangkat serta kondisi yang digunakan karyawan, lalu jelaskan cara pengambilan wajah dan penanganan kegagalan. Dengan persiapan yang jelas, pengguna mengetahui kapan catatan berhasil dan kapan perlu meminta bantuan.
Bahas jadwal, kelompok pengguna, dan ketentuan lokasi bila digunakan.
Uji kamera, izin yang diperlukan, serta pengambilan data acuan sesuai prosedur.
Tetapkan saluran bantuan dan alur pemeriksaan jika catatan belum berhasil.
Mobile attendance membantu pencatatan kehadiran melalui ponsel sesuai pengaturan perusahaan. Face recognition dan liveness detection bisa mendukung proses verifikasi, tetapi pengguna tetap membutuhkan panduan yang jelas. Kondisi pencahayaan, posisi wajah, perangkat, dan koneksi perlu diperhatikan dalam penggunaan setiap hari. Perusahaan juga perlu menyiapkan tindak lanjut ketika proses tidak berhasil agar catatan kehadiran bisa diperiksa secara wajar.
Kondisi absensi di lapangan bisa berbeda dari saat demo. Ada karyawan yang bekerja di luar ruangan, memakai kamera berbeda, atau berada di area dengan koneksi terbatas. Coba aplikasi menggunakan perangkat dan lokasi yang mewakili kondisi tersebut. Periksa cara mengambil wajah, konfirmasi pencatatan berhasil, serta langkah jika verifikasi belum selesai. Dengan panduan yang jelas, karyawan tahu kapan harus mencoba kembali dan kapan perlu menghubungi HR sebelum catatan kehadiran direkap.
Saat demo, pilih contoh kondisi kerja yang berbeda dan tanyakan langkah ketika pengguna belum berhasil melakukan pencatatan. Perusahaan perlu mengetahui kebutuhan perangkat dan proses tindak lanjut yang relevan, tanpa mengasumsikan semua keadaan memberikan hasil yang sama. Komunikasikan aturan penggunaan kepada karyawan agar tujuannya dipahami. Dari percobaan tersebut, perusahaan bisa melihat kemudahan penggunaan dan kesesuaian proses mobile attendance. Support juga penting untuk membantu mengecek kendala penggunaan sehingga pengguna memiliki tempat meminta penjelasan ketika mengalami kesulitan.
Misalnya, karyawan lapangan mencatat kehadiran di lingkungan yang berbeda dari kantor. Dalam demo, bahas kondisi tersebut beserta prosedur pelaporan kendala. Pengaturan mobile attendance sebaiknya dipahami bersama oleh HR, atasan, dan pengguna. Dengan begitu, perusahaan bisa menilai pengalaman pencatatan sekaligus kebutuhan pemeriksaan sebelum data digunakan dalam rekap kehadiran.
Saat mencoba absensi mobile, periksa kondisi yang lancar maupun yang mengalami kendala. Pastikan karyawan dapat melihat apakah absensinya sudah tercatat. Bahas juga siapa yang menangani laporan jika kamera atau koneksi bermasalah. Tim kami membantu menjelaskan penggunaan aplikasi dan kebutuhan setup, sehingga HR dan karyawan memahami langkah yang harus dilakukan sebelum fitur digunakan dalam operasional.
Sigma HRIS dan Forte HRIS menyediakan layanan ESS yang terus dikembangkan bersama aplikasi mobile. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Gunakan contoh kebutuhan karyawan saat demo agar Anda bisa melihat proses yang sesuai. Tim kami membantu persiapan penggunaan, pengenalan aplikasi, dan support ketika karyawan atau tim HR mengalami kendala.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Face recognition mencocokkan wajah dengan data yang terdaftar. Liveness membantu memastikan pengambilan berasal dari orang yang hadir langsung saat proses absensi.
Face recognition dan liveness membantu verifikasi, tetapi tidak menjamin seluruh penyalahgunaan terdeteksi. Kualitas kamera, kondisi pengambilan, dan prosedur pendaftaran tetap perlu diperhatikan.
Ikuti petunjuk pengambilan, periksa kondisi kamera dan pencahayaan, lalu hubungi penanggung jawab jika masalah berlanjut. Jangan menganggap absensi sudah tercatat tanpa konfirmasi.
Aturan lokasi mengikuti kebutuhan perusahaan dan pengaturan aplikasi. Saat demo, tim kami dapat membantu meninjau apakah pencatatan perlu dibatasi pada lokasi tertentu.
Face recognition digunakan untuk membantu verifikasi absensi. Saat implementasi, bahas tujuan penggunaan, akses, dan penyimpanan datanya agar tim perusahaan memahami prosesnya.
Catatan mobile menjadi bagian dari data yang diperiksa terhadap jadwal dan keterangan terkait sebelum digunakan pada laporan atau proses HR berikutnya.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.