Aplikasi Analisis Kebutuhan Pelatihan

Tentukan kebutuhan pelatihan dari hasil evaluasi kinerja dan kompetensi agar program training sesuai kebutuhan karyawan. Bersama atasan, pilih kemampuan yang perlu diperkuat sebelum menentukan materi, peserta, dan metode belajar.

Jadikan Hasil Manajemen Kinerja sebagai Dasar Pelatihan

Hasil evaluasi kinerja dan penilaian kompetensi dapat menunjukkan bagian pekerjaan yang masih perlu ditingkatkan. HR dan atasan perlu membahas penyebabnya sebelum menentukan pelatihan. Jika kekurangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan, hasil evaluasi kinerja dapat menjadi dasar training needs analysis. Dengan demikian, topik belajar dipilih untuk menjawab kebutuhan yang nyata, bukan sekadar mengikuti program yang tersedia.

Hasil Kinerja dan Kompetensi

Tinjau target yang belum tercapai, catatan evaluasi, dan kemampuan yang dibutuhkan jabatan. Gunakan contoh pekerjaan agar kebutuhan dapat dijelaskan secara spesifik.

Penyebab Kendala Kinerja

Periksa apakah kendala berasal dari kemampuan, prosedur, beban kerja, atau fasilitas. Pelatihan tidak selalu menjadi jawaban untuk semua masalah kinerja.

Kebutuhan Belajar Karyawan

Jika training memang diperlukan, tentukan keterampilan yang perlu dikuasai dan karyawan yang membutuhkannya.

Prioritas dan Tindak Lanjut

Bahas dampak kebutuhan terhadap pekerjaan dan tentukan urutan penanganannya. Hasil analisis menjadi acuan perencanaan pelatihan dan ukuran evaluasi berikutnya.

Pilih Training untuk Kemampuan yang Masih Perlu Ditingkatkan

Training needs analysis membantu perusahaan menentukan kemampuan yang perlu ditingkatkan untuk mendukung pekerjaan. Hasil evaluasi kinerja bisa menjadi titik awal, tetapi perlu diperiksa bersama penyebab kendalanya. Atasan dan HR sebaiknya menjelaskan kondisi saat ini, kemampuan yang diharapkan, dan dampaknya terhadap hasil kerja. Perbandingan tersebut membantu memperjelas kebutuhan belajar sebelum memilih program.

Kebutuhan training dapat berasal dari hasil evaluasi, penilaian kompetensi, perubahan prosedur, atau persiapan jabatan baru. HR dan atasan perlu meninjau informasi tersebut bersama, bukan hanya memilih topik yang paling banyak diminta. Jelaskan keterampilan apa yang ingin ditingkatkan dan pekerjaan mana yang akan terbantu. Aplikasi analisis kebutuhan pelatihan membantu menata catatan tersebut agar perusahaan dapat membedakan kebutuhan yang mendesak dari program pengembangan untuk periode berikutnya.

Nilai kinerja rendah menjadi alasan untuk melakukan review, bukan langsung mendaftarkan karyawan ke training. Jika kendalanya ada pada alat kerja atau pembagian tugas, perbaiki bagian tersebut terlebih dahulu. Jika karyawan memang membutuhkan keterampilan tambahan, tentukan perubahan yang ingin dilihat setelah training. Bawa contoh hasil evaluasi saat demo agar tim kami dapat membantu membahas cara mencatat kebutuhan, menetapkan prioritas, dan menghubungkannya dengan rencana pengembangan karyawan.

Tentukan Kemampuan yang Harus Dikuasai Setelah Training

Jika kebutuhan utamanya adalah kemampuan memeriksa data, hasil yang diharapkan bisa berupa penggunaan langkah validasi yang lebih konsisten. Setelah training, atasan bisa mengecek penerapannya pada pekerjaan. Untuk karyawan yang telah memenuhi kebutuhan perannya, analisis bisa diarahkan pada kompetensi jenjang berikutnya. Dengan begitu, pelatihan mendukung perbaikan kinerja sekaligus persiapan karier sesuai kebutuhan perusahaan.

Sebelum memilih kelas, pastikan tim bisa menjelaskan kemampuan apa yang ingin ditingkatkan. Permintaan training yang masih terlalu umum perlu dibahas lagi bersama atasan. Gunakan contoh hasil evaluasi kinerja saat demo agar kebutuhan aplikasi lebih jelas. Untuk karyawan yang sudah memenuhi kebutuhan pekerjaannya, pembahasan bisa diarahkan pada persiapan jenjang berikutnya. Dengan begitu, training punya tujuan yang mudah dipahami dan berhubungan dengan pekerjaan maupun rencana pengembangan karier.

Tim Sigma Solusi Informatika membantu Anda membahas kebutuhan pelatihan melalui pilihan Sigma HRIS dan Forte HRIS. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Gunakan contoh program training saat demo agar kebutuhan tim HR lebih mudah dipahami. Kami membantu persiapan serta setup sesuai proses yang disepakati dan menyediakan support setelah aplikasi mulai digunakan.

Pilih Sigma HRIS atau Forte HRIS Sesuai Kebutuhan Perusahaan

Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Sigma HRIS

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
Forte HRIS

Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.

Pelajari Lebih Lanjut

Sigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.

Bandingkan Pilihan Produk

Pendampingan Implementasi
dan Support Aplikasi HRIS

Sigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.

Persiapan Data dan Setup Aplikasi

Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.

Support Aplikasi Setelah Implementasi

Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.

Seputar Analisis Kebutuhan Pelatihan

Bagaimana hasil manajemen kinerja digunakan untuk kebutuhan pelatihan?

HR dan atasan meninjau hasil kinerja untuk menemukan kemampuan yang perlu diperkuat. Jika kendalanya berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan, hasil pembahasan menjadi dasar pemilihan training.

Apakah nilai kinerja rendah selalu berarti perlu training?

Tidak. Periksa penyebabnya terlebih dahulu. Masalah fasilitas, pembagian tugas, atau prosedur bisa memerlukan tindakan lain.

Apakah kebutuhan pelatihan ditentukan otomatis oleh nilai?

HR dan atasan tetap perlu membahas penyebab serta kebutuhan karyawan. Saat demo, tim kami membantu meninjau bagaimana hasil penilaian kinerja digunakan dalam proses perencanaan training perusahaan.

Bagaimana memprioritaskan kebutuhan belajar yang banyak?

Pertimbangkan dampak terhadap pekerjaan, urgensi, dan kesiapan peserta. Pisahkan kebutuhan saat ini dari persiapan tanggung jawab berikutnya.

Apa yang perlu ditentukan sebelum memilih kelas?

Jelaskan kemampuan yang ingin diperkuat dan perubahan pekerjaan yang diharapkan agar program dipilih berdasarkan tujuan.

Bagaimana jika masalahnya bukan karena kemampuan karyawan?

Tentukan tindakan yang sesuai, seperti perbaikan prosedur, pembagian tugas, atau dukungan fasilitas, tanpa memaksakan pelatihan sebagai solusi.

Diskusikan Kebutuhan Training Tim Anda

Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.