Tanggal Terakhir Bekerja
Pastikan tanggal dan informasi akhir kerja sesuai keputusan serta dokumen perusahaan. Gunakan data yang sama untuk koordinasi antarbagian.
Kelola offboarding karyawan, serah terima, pengembalian aset, dan administrasi akhir bersama Sigma HRIS atau Forte HRIS. HR, atasan, IT, dan finance dapat membagi tugas agar kebutuhan karyawan yang keluar tidak terlewat.
Saat karyawan meninggalkan perusahaan, HR perlu berkoordinasi dengan atasan dan bagian terkait. Data akhir kerja, serah terima, dan kebutuhan administrasi perlu diperiksa sesuai proses perusahaan.
Tanpa pembagian tugas, tim bisa saling menunggu konfirmasi. Offboarding yang tertata membantu perusahaan mengetahui pekerjaan yang perlu diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab.
Pastikan tanggal dan informasi akhir kerja sesuai keputusan serta dokumen perusahaan. Gunakan data yang sama untuk koordinasi antarbagian.
Atasan perlu mengetahui pekerjaan yang dilanjutkan oleh tim. Tentukan siapa yang menerima informasi dan memeriksa kelengkapannya.
Koordinasikan pengembalian aset serta peninjauan akses dengan bagian yang bertanggung jawab. Langkahnya mengikuti kebijakan perusahaan.
Sampaikan data yang diperlukan kepada tim penggajian. Pemeriksaan komponen akhir mengikuti ketentuan yang berlaku dan keputusan perusahaan.
Contohnya, HR sudah menerima informasi tanggal terakhir bekerja, sementara atasan masih menyiapkan serah terima. Tim IT dan Finance juga dapat memiliki tugas sendiri. Menentukan penanggung jawab membantu proses berjalan tanpa mengandalkan pesan yang terpisah.
Tim kami membantu menyesuaikan alur offboarding dengan pembagian tugas perusahaan. HR mencatat administrasi akhir, sementara atasan, IT, dan finance menindaklanjuti pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Gunakan alur dan file yang sudah dimiliki tim HR. Dari sana, kami membantu menyiapkan data, pembagian akses, dan pengaturan aplikasi yang sesuai.
Data dan proses HR saling berkaitan. Pelajari juga Onboarding Karyawan untuk melihat kebutuhan yang perlu disiapkan bersama.
Offboarding merupakan koordinasi pekerjaan saat karyawan menyelesaikan hubungan kerjanya dengan perusahaan. Prosesnya bisa melibatkan serah terima tugas, pengembalian aset, penyelesaian administrasi, dan review akses sistem. Setiap bagian perlu mengetahui pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan catatan yang jelas, HR bisa membedakan hal yang sudah selesai, masih menunggu konfirmasi, atau membutuhkan tindak lanjut dari pihak tertentu.
Ketika karyawan meninggalkan perusahaan, informasi mengenai pekerjaan yang masih berjalan perlu diteruskan dengan baik. Selain administrasi HR, ada tanggung jawab operasional yang mungkin melibatkan atasan, finance, dan pengelola fasilitas atau sistem. Tanpa koordinasi, setiap bagian bisa menganggap pekerjaannya selesai sementara masih ada hal yang belum ditangani. Saat memilih aplikasi offboarding karyawan, perhatikan proses serah terima dan penyelesaian administrasinya, selain pencatatan tanggal keluar. Perusahaan perlu menentukan bukti atau konfirmasi yang relevan untuk setiap pekerjaan agar status akhir bisa dipahami bersama dan tidak menutup tindak lanjut terlalu cepat.
Daftar kebutuhan bisa dibedakan menurut peran karyawan. Karyawan yang memegang aset atau menangani pekerjaan pelanggan mungkin memiliki serah terima berbeda dari peran lain. HR bisa membantu mengoordinasikan daftar tersebut, sementara penyelesaian tetap dikonfirmasi oleh penanggung jawab pekerjaan. Saat demo, gunakan contoh proses yang sering melibatkan banyak bagian untuk melihat kebutuhan pencatatan dan komunikasi. Tujuannya adalah mengurangi pekerjaan yang terlewat dan memberi perusahaan gambaran penyelesaian yang jelas. Proses yang tertib juga membantu menjaga pengalaman akhir kerja tetap profesional, dengan penjelasan yang bisa dipahami oleh karyawan maupun tim internal.
Misalnya, pengembalian laptop sudah dikonfirmasi tetapi serah terima pekerjaan belum selesai. Kedua hal tersebut perlu diperiksa secara terpisah. Tanggal akhir kerja juga menjadi acuan untuk berkoordinasi dengan payroll dan pengelola akses. Saat membahas aplikasi offboarding, gunakan daftar pekerjaan yang memang dilakukan perusahaan agar prosesnya membantu penyelesaian secara tertib tanpa menambah tahapan administratif yang tidak dibutuhkan.
Daftar offboarding perlu membantu orang menyelesaikan pekerjaan, bukan sekadar memberi tanda selesai. Jika aset sudah dikembalikan tetapi dokumen serah terima belum lengkap, statusnya perlu tetap jelas. Gunakan pengalaman perusahaan untuk menentukan hal yang wajib dikonfirmasi oleh setiap bagian. Saat demo, periksa bagaimana kebutuhan ini dibahas bersama HR dan atasan. Proses yang mudah dipahami membantu semua pihak mengetahui tugasnya dan mengurangi kemungkinan ada pekerjaan yang terlupakan setelah karyawan keluar.
Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Keduanya melayani UMKM hingga perusahaan besar, sesuai kebutuhan dan kebijakan IT terkait. Tim kami membantu mapping kebutuhan, persiapan data, dan setup aplikasi. Ceritakan proses HR yang ingin Anda perbaiki agar demo lebih sesuai dengan pekerjaan tim. Setelah implementasi, support tetap tersedia untuk membantu pertanyaan dan kendala penggunaan.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Offboarding adalah proses penyelesaian administrasi saat karyawan keluar dari perusahaan. HR berkoordinasi dengan bagian terkait untuk serah terima pekerjaan, aset, akses, dan kebutuhan payroll terakhir.
Penutupan akses mengikuti sistem yang digunakan dan pengaturan perusahaan. HR perlu berkoordinasi dengan IT untuk memastikan akun serta akses yang terkait sudah ditangani, termasuk aplikasi di luar HRIS.
Siapkan gambaran alur akhir kerja, bagian yang terlibat, serta informasi yang diperlukan. Gunakan contoh tanpa data sensitif untuk menjelaskan kebutuhan perusahaan.
HR, atasan, IT, finance, dan pengelola aset dapat memiliki tugas berbeda. Perusahaan menentukan pihak yang terlibat sesuai kebutuhan serah terima.
Catat aset yang belum kembali dan siapa yang menindaklanjutinya. Serah terima dinyatakan selesai setelah bagian yang bertanggung jawab mengonfirmasi penerimaan.
Pengelolaan riwayat dan dokumen mengikuti kebijakan penyimpanan perusahaan serta ketentuan yang berlaku. Bedakan penonaktifan akses dari penghapusan data.
Ceritakan proses dan kendala yang dihadapi tim Anda. Kami membantu membahas pilihan Sigma HRIS atau Forte HRIS melalui konsultasi dan demo.