Periode dan Cakupan
Tentukan rentang waktu, departemen, atau lokasi yang ditinjau. Data dari periode berbeda perlu dibedakan agar perbandingan masuk akal.
Tinjau laporan rekrutmen dari jumlah pelamar, perkembangan seleksi, hingga pemenuhan posisi melalui Sigma HRIS atau Forte HRIS. Gunakan rekap untuk menemukan proses yang tertunda dan menentukan langkah berikutnya bersama departemen.
Jumlah lamaran yang masuk belum cukup untuk menjelaskan keberhasilan rekrutmen. HR juga perlu melihat status seleksi, kebutuhan yang belum terpenuhi, dan periode yang digunakan. Laporan yang jelas membantu tim membahas perkembangan dengan acuan yang sama.
Tentukan rentang waktu, departemen, atau lokasi yang ditinjau. Data dari periode berbeda perlu dibedakan agar perbandingan masuk akal.
Periksa cara menghitung pelamar dan lamaran, terutama jika satu orang melamar beberapa posisi. Definisi yang konsisten membantu membaca rekap.
Rangkum kandidat berdasarkan status yang disepakati. Tahap yang masih menunggu keputusan dapat menjadi bahan tindak lanjut.
Hubungkan pembahasan laporan dengan kebutuhan serta realisasi rekrutmen. Jelaskan posisi yang terisi dan yang masih dicari.
Sebuah lowongan menerima banyak lamaran, tetapi hanya sedikit kandidat yang sudah diputuskan. Tim perlu melihat tahap yang sedang berjalan sebelum menyimpulkan penyebabnya. Laporan membantu mengarahkan pembahasan kepada data dan penanggung jawab yang tepat.
Bedakan jumlah kandidat, jumlah lamaran, dan jumlah posisi yang dibutuhkan.
Pastikan hasil seleksi dan tanggal bergabung sudah diupdate sebelum laporan disiapkan.
Bawa contoh laporan yang dibutuhkan HR dan manajemen untuk dibahas saat demo.
Laporan rekrutmen bisa menunjukkan perkembangan pemenuhan posisi dan bagian proses yang membutuhkan perhatian. Jumlah pelamar saja belum cukup untuk menilai hasil karena setiap posisi memiliki kebutuhan berbeda. HR perlu membaca data bersama status seleksi, target waktu, dan kondisi kebutuhan departemen. Dengan konteks tersebut, laporan membantu menjelaskan kegiatan yang perlu diprioritaskan.
Laporan yang berguna perlu membantu tim menjawab pertanyaan tertentu. Manajemen mungkin ingin mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi, sementara HR membutuhkan gambaran tahapan yang paling banyak menunggu tindakan. Menyatukan semua angka tanpa tujuan bisa membuat laporan sulit digunakan. Tentukan laporan rekrutmen berdasarkan kebutuhan pembaca dan keputusan yang akan dibuat. Perusahaan bisa menyepakati definisi jumlah pelamar, posisi, dan hasil pemenuhan agar ringkasan tidak dibaca dengan cara berbeda. Dengan acuan yang sama, diskusi lebih mudah diarahkan kepada kebutuhan tindak lanjut.
Gunakan satu periode rekrutmen untuk membandingkan rencana, proses seleksi, dan hasilnya. Jika kebutuhan berubah selama periode tersebut, catat alasannya agar perubahan angka dapat dijelaskan. Untuk posisi yang belum terisi, periksa apakah masih menunggu kandidat, keputusan seleksi, atau tanggal mulai kerja. Saat demo, bawa contoh laporan yang digunakan HR dan manajemen untuk membahas kolom, pengelompokan, dan informasi yang diperlukan. Laporan kemudian dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut bersama departemen, bukan hanya menghitung banyaknya lamaran yang masuk.
Misalnya, banyak kandidat telah diproses tetapi posisi penting belum terisi. Tim perlu melihat apakah kendalanya berada pada kesesuaian kandidat, keputusan seleksi, atau waktu mulai kerja. Saat menyusun kebutuhan aplikasi laporan rekrutmen, tentukan pertanyaan yang ingin dijawab oleh HR dan manajemen. Pilihan laporan sebaiknya mendukung pembahasan tindakan, bukan sekadar menampilkan jumlah kegiatan.
Mulailah dari pertanyaan yang paling sering diajukan manajemen, misalnya posisi apa yang belum terisi atau tahap mana yang sedang menunggu keputusan. Gunakan pertanyaan itu untuk memilih laporan yang diperlukan. Saat demo, periksa apakah rinciannya cukup untuk menjelaskan keadaan dan menentukan tindakan. Laporan yang berguna tidak harus penuh angka. Yang penting, HR dan departemen bisa membaca informasi yang sama dan membahas cara memenuhi kebutuhan karyawan dengan lebih jelas.
Kebutuhan rekrutmen Anda bisa dibahas bersama tim Sigma Solusi Informatika. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Pilihannya mengikuti cara kerja serta kebijakan IT perusahaan. Siapkan contoh posisi atau proses seleksi untuk demo agar pembahasan lebih sesuai dengan kebutuhan HR. Tim kami membantu persiapan penggunaan dan tetap menyediakan support setelah aplikasi digunakan.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Satu pelamar dapat mengirim lamaran untuk beberapa posisi. Karena itu, jumlah orang dan jumlah lamaran dihitung berbeda agar laporan tidak memberi gambaran yang keliru.
Laporan merangkum perkembangan proses, sedangkan realisasi berfokus pada pemenuhan kebutuhan terhadap rencana yang disetujui.
Tidak selalu. Periode, kolom, pengelompokan, dan pihak yang menggunakan laporan perlu dibahas sesuai proses perusahaan.
Gunakan periode, definisi status, dan kebutuhan posisi yang konsisten, lalu pertimbangkan perbedaan persyaratan tiap lowongan.
Laporan dapat menampilkan kandidat masih menunggu padahal keputusan sudah dibuat. Update status diperlukan sebelum rekap digunakan.
Akses mengikuti kebutuhan tugas. Manajemen dapat membutuhkan ringkasan, sementara rincian kandidat dibatasi kepada pihak yang menangani proses.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.