Hasil yang Diharapkan
Jelaskan hasil pekerjaan yang diharapkan, misalnya laporan yang selesai atau layanan yang ditangani. Dengan begitu, karyawan tahu apa yang harus dicapai, bukan hanya aktivitas yang perlu dilakukan.
Kelola target kerja karyawan dengan hasil, prioritas, dan tenggat yang jelas melalui Sigma HRIS atau Forte HRIS. Saat kebutuhan berubah, catat kesepakatan baru agar karyawan dan atasan tetap memakai acuan yang sama.
Arahan seperti meningkatkan kualitas atau mempercepat pekerjaan masih perlu dijelaskan. Karyawan perlu tahu hasil yang diharapkan, waktu penyelesaian, serta prioritasnya. Pengelolaan target kerja membantu atasan dan tim menyepakati acuan yang konkret sebelum pekerjaan dimulai, termasuk saat target berkaitan dengan tim lain.
Jelaskan hasil pekerjaan yang diharapkan, misalnya laporan yang selesai atau layanan yang ditangani. Dengan begitu, karyawan tahu apa yang harus dicapai, bukan hanya aktivitas yang perlu dilakukan.
Tetapkan tenggat sesuai cakupan pekerjaan. Untuk pekerjaan yang berlangsung lama, jadwalkan review progres agar kendala dapat dibahas lebih awal.
Jelaskan tanggung jawab karyawan dan dukungan yang dibutuhkan dari pihak lain. Target bersama tetap memerlukan pembagian tugas yang jelas.
Catat perubahan sasaran, tenggat, atau cakupan yang sudah disetujui. Karyawan dan atasan perlu menggunakan acuan terakhir yang sama.
Tim bisa mendapat pekerjaan mendesak di tengah periode sehingga sebagian target awal harus dijadwalkan ulang. Tanpa catatan perubahan, hasil akhir berisiko dibandingkan dengan rencana yang sudah tidak berlaku. Pembahasan perubahan membantu menjelaskan alasan, dampak, dan target pengganti yang disepakati.
Tentukan hasil, tenggat, serta ukuran penyelesaian pekerjaan.
Pastikan kebutuhan waktu, perlengkapan, dan bantuan dari tim lain sudah dibahas.
Update target setelah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang.
Target kerja menjelaskan hasil yang perlu dicapai, batas waktu, dan tanggung jawab pelaksananya. Rumusan yang terlalu umum bisa membuat karyawan dan atasan memiliki ekspektasi berbeda. Karena itu, target sebaiknya menyebutkan hasil yang bisa diperiksa dan hubungan pekerjaan dengan kebutuhan tim. Prioritas juga perlu disepakati ketika beberapa tugas harus diselesaikan pada waktu yang berdekatan.
Target yang baik membantu karyawan menentukan pekerjaan yang harus didahulukan. Rumusan seperti meningkatkan pelayanan perlu dijelaskan menjadi hasil yang bisa diperiksa sesuai tanggung jawab perannya. Atasan dan karyawan juga perlu memahami hubungan antara target individu dan kebutuhan tim. Saat membahas aplikasi target kerja, jelaskan cara menyepakati target dan melakukan update ketika pekerjaan berubah. Dengan target yang jelas, review tidak harus dimulai dari penjelasan ulang mengenai tujuan. Waktu pembahasan bisa digunakan untuk melihat perkembangan, mengatasi hambatan, dan menyesuaikan prioritas secara lebih terarah.
Dalam menyiapkan kebutuhan, pilih beberapa contoh target dengan tenggat dan hasil yang berbeda. Jelaskan bukti penyelesaian dan pihak yang bisa mengonfirmasi pencapaiannya. Ketergantungan pada bagian lain juga perlu dicatat dalam pembahasan agar atasan mengetahui penyebab keterlambatan. Saat demo, tinjau bagaimana informasi tersebut bisa membantu komunikasi antara atasan dan karyawan. Aplikasi sebaiknya membantu tim memahami target dan mengecek progresnya. Catatan yang dibuat perlu berguna untuk pekerjaan, bukan sekadar menambah laporan.
Misalnya, proyek bergantung pada data dari unit lain yang belum tersedia. Atasan dan karyawan perlu membahas dampaknya terhadap jadwal dan tindakan yang masih bisa dilakukan. Saat mengecek aplikasi target kerja, gunakan contoh perubahan tersebut untuk membahas kebutuhan update dan catatan progres. Target yang jelas membantu koordinasi tanpa mengabaikan kondisi operasional yang berkembang.
Target yang jelas bisa dijelaskan kembali oleh karyawan dengan pengertian yang sama seperti atasannya. Jika belum, rumusan atau prioritasnya perlu dibahas lagi. Gunakan contoh pekerjaan saat demo untuk melihat informasi yang diperlukan. Perhatikan tenggat, hasil yang diharapkan, dan hal yang bergantung pada pihak lain. Dengan target yang mudah dipahami, tim bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan dan tahu kapan perlu meminta bantuan atau menyesuaikan rencana bersama atasan.
Sigma HRIS menawarkan pilihan on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan perusahaan dan kebijakan IT. Bawa contoh kriteria atau alur review saat demo agar tim kami bisa membahas penggunaan yang sesuai. Kami membantu persiapan dan setup aplikasi, lalu mendampingi pengguna melalui support ketika ada pertanyaan atau kendala dalam menjalankan proses manajemen kinerja.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Tidak. Target juga bisa berupa penyelesaian proyek, laporan, atau hasil pekerjaan lain. Yang penting, hasil yang diharapkan dan ukuran penyelesaiannya disepakati sejak awal.
Catat alasan perubahan, waktu berlakunya, dan pihak yang menyetujui. Gunakan target yang sudah disepakati saat mengevaluasi hasil.
Target menentukan hasil yang diharapkan. KPI memberikan ukuran untuk menilai pencapaiannya jika pekerjaan tersebut menggunakan indikator kinerja.
Catat pekerjaan yang menunggu hasil dari tim lain, siapa yang menanganinya, dan kapan dibutuhkan. Jika terlambat, atasan dapat membantu koordinasi sebelum mengubah target.
Karyawan dan atasan perlu memahami sasaran serta ukurannya. Persetujuan mengikuti kewenangan yang ditetapkan perusahaan.
Review berkala membantu tim mengetahui kemajuan dan kendala sebelum tenggat. Atasan masih punya waktu untuk memberi dukungan atau menyepakati penyesuaian yang diperlukan.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.