Tujuan Penugasan
Jelaskan pekerjaan, lokasi tugas, dan hasil yang diharapkan. Informasi ini memberi konteks bagi karyawan serta atasan saat meninjau aktivitas.
Pantau aktivitas karyawan di luar kantor, perkembangan tugas, dan kendala lapangan melalui Employee Activity. Bantu atasan memahami hasil pekerjaan dan menentukan dukungan yang diperlukan tanpa bergantung pada pesan terpisah.
Karyawan lapangan bisa mengunjungi pelanggan, memberikan layanan, atau menjalankan tugas di beberapa lokasi. Atasan perlu mengetahui progres dan kendalanya agar bisa membantu. Employee Activity mencatat penugasan, hasil pekerjaan, dan masalah yang perlu ditindaklanjuti, sehingga koordinasi tidak bergantung pada pesan yang tersebar.
Jelaskan pekerjaan, lokasi tugas, dan hasil yang diharapkan. Informasi ini memberi konteks bagi karyawan serta atasan saat meninjau aktivitas.
Catat kegiatan dan status pekerjaan sesuai proses yang disepakati. Update membantu atasan mengenali tugas yang masih berjalan atau membutuhkan bantuan.
Sertakan ringkasan hasil serta hambatan di lapangan. Bukti pendukung digunakan sesuai kebutuhan pekerjaan dan ketentuan perusahaan.
Tentukan langkah berikutnya berdasarkan konteks kegiatan. Pemantauan yang bermanfaat membantu koordinasi, bukan hanya mengumpulkan catatan tanpa tindak lanjut.
Karyawan yang sudah mencatat absensi belum tentu memiliki catatan tentang kunjungan atau hasil tugasnya. Employee Activity membantu mencatat tujuan kunjungan, hasil pekerjaan, dan kendala karyawan di luar kantor. Jika pencatatan waktu atau lokasi digunakan, cakupan, tujuan, dan aturan aksesnya perlu dijelaskan kepada karyawan sesuai proses perusahaan.
Tentukan penugasan, status, serta hasil yang perlu dicatat.
Bahas frekuensi, kebutuhan waktu atau lokasi, dan pihak yang mengakses informasi.
Tinjau kendala serta langkah berikutnya bersama karyawan dan atasan.
Employee Activity membantu karyawan mencatat kegiatan di luar kantor dan membantu atasan memantau hasilnya. Catatan akan lebih berguna jika menjelaskan tujuan kunjungan, pekerjaan yang dilakukan, hasil, dan kendala. Informasi lokasi atau waktu saja belum memberikan gambaran lengkap mengenai kontribusi. Perusahaan perlu menyepakati tujuan pencatatan dan informasi yang dibutuhkan agar pelaporan tetap proporsional dengan kebutuhan pekerjaan.
Pekerjaan di luar kantor membutuhkan cara koordinasi yang bisa menjelaskan perkembangan tugas tanpa membebani pengguna dengan pelaporan berlebihan. Informasi mengenai aktivitas akan lebih bermakna jika berhubungan dengan hasil yang perlu dicapai. Employee Activity sebaiknya dibahas menggunakan contoh pekerjaan tim, seperti kunjungan atau penugasan lapangan. Perusahaan perlu menentukan rincian yang relevan dan tujuan penggunaannya. Atasan bisa memahami perkembangan pekerjaan dan membantu jika ada kendala. Karyawan juga tahu tujuan informasi yang perlu dicatat.
Perhatikan perbedaan antara bukti kegiatan dan hasil pekerjaan. Sebuah kunjungan mungkin telah dilakukan tetapi masih membutuhkan tindak lanjut dari bagian lain. Catatan yang jelas membantu menjaga koordinasi setelah aktivitas selesai. Saat demo, bahas kebutuhan pelaporan dan aturan penggunaannya secara proporsional dengan tanggung jawab pekerjaan. Perusahaan juga perlu menjelaskan siapa yang bisa melihat informasi tersebut. Pendekatan yang terarah membantu aktivitas lapangan menjadi lebih mudah dipahami oleh tim tanpa menganggap satu indikator sebagai gambaran lengkap produktivitas atau kontribusi karyawan.
Misalnya, karyawan mengunjungi pelanggan tetapi perlu menunggu konfirmasi dari bagian lain. Atasan bisa menggunakan laporan untuk membantu tindak lanjut, bukan hanya mengetahui bahwa kunjungan terjadi. Saat membahas aplikasi aktivitas karyawan, gunakan contoh pekerjaan lapangan perusahaan. Jelaskan juga aturan penggunaan kepada karyawan agar proses pelaporan dipahami dan mendukung koordinasi tim.
Laporan aktivitas akan lebih berguna jika membantu atasan memberi dukungan atau menentukan tindak lanjut. Gunakan contoh pekerjaan lapangan saat demo, lalu pilih informasi yang memang diperlukan. Jelaskan tujuan pencatatannya kepada karyawan agar tidak menjadi pelaporan tanpa manfaat yang jelas. Aktivitas juga perlu dibaca bersama hasil serta kendalanya. Satu catatan kunjungan tidak selalu cukup untuk menjelaskan seluruh pekerjaan atau kontribusi seseorang.
Sigma HRIS dan Forte HRIS menyediakan layanan ESS yang terus dikembangkan bersama aplikasi mobile. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Gunakan contoh kebutuhan karyawan saat demo agar Anda bisa melihat proses yang sesuai. Tim kami membantu persiapan penggunaan, pengenalan aplikasi, dan support ketika karyawan atau tim HR mengalami kendala.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Employee Activity membantu mencatat dan memantau pekerjaan karyawan di luar kantor. Informasi penugasan, perkembangan, dan kendala memudahkan atasan mengoordinasikan tindak lanjut.
Absensi mencatat kehadiran, sedangkan Employee Activity berfokus pada tugas dan kondisi kerja yang dilakukan selama penugasan.
Employee Activity berfokus pada aktivitas kerja di luar kantor. Penggunaan lokasi dan frekuensi pencatatan mengikuti fitur serta kebijakan perusahaan yang dijelaskan kepada karyawan.
Tidak. Catatan menjadi bahan pembahasan dan perlu dibaca bersama kualitas hasil, konteks tugas, serta kriteria yang disepakati.
Akses mengikuti tanggung jawab pekerjaan, seperti atasan terkait atau pihak operasional yang berwenang. Cakupan penggunaannya perlu dijelaskan kepada karyawan.
Bawa contoh tugas lapangan, laporan kegiatan, kebutuhan waktu atau lokasi, serta cara atasan meninjau hasilnya untuk membahas kesesuaian proses.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.