Susunan Departemen dan Unit Kerja
Nama departemen dan hubungan antarbagian membantu karyawan memahami tempatnya dalam perusahaan. Penamaan yang konsisten juga memudahkan HR menyiapkan data.
Kelola struktur organisasi, departemen, dan hubungan atasan dengan Sigma HRIS atau Forte HRIS agar susunan tim mudah dipahami. Saat ada unit baru atau pergantian atasan, HR memiliki acuan untuk mengupdate penempatan dan pembagian tugas.
Saat perusahaan berkembang, departemen dan jabatan biasanya ikut bertambah. Karyawan perlu tahu siapa atasannya, tim mana yang menangani suatu pekerjaan, dan kepada siapa mereka harus berkoordinasi. Struktur organisasi membantu menjelaskan hubungan tersebut.
Jika susunan tim hanya tersimpan dalam file yang jarang diupdate, informasi lama bisa terus digunakan. Akibatnya, karyawan harus bertanya lagi ketika ingin mengajukan sesuatu atau menghubungi bagian lain. HR pun perlu mengecek ulang siapa yang saat ini menempati sebuah posisi.
Nama departemen dan hubungan antarbagian membantu karyawan memahami tempatnya dalam perusahaan. Penamaan yang konsisten juga memudahkan HR menyiapkan data.
Saat ada bagian baru atau pergantian atasan, susunan organisasi perlu diupdate. Tentukan siapa yang bertugas agar informasi tidak tertinggal dari kondisi sebenarnya.
Bagan membantu menunjukkan susunan perusahaan, tetapi pekerjaan HR membutuhkan penjelasan di baliknya. Misalnya, bagian Finance memiliki jabatan Supervisor Finance yang ditempati seorang karyawan. Ketiga informasi ini perlu dicatat agar HR tahu susunan tim dan siapa atasannya.
Aplikasi struktur organisasi perusahaan sebaiknya dipilih dengan memahami kebutuhan tersebut. Tim kami membantu membahas susunan yang digunakan perusahaan dan bagaimana informasi itu diperlukan dalam administrasi HR.
Departemen mengelompokkan pekerjaan, misalnya Finance, HR, atau Operasional. Jika ada unit di bawahnya, hubungan antartim perlu dicatat dengan jelas.
Misalnya, jabatan Supervisor Gudang tetap ada saat karyawannya pindah cabang. HR cukup mencatat penggantinya, sementara tugas jabatan tetap menjadi acuan.
Tidak perlu menyusun semuanya dari awal sebelum berkonsultasi. Bawa bagan, daftar departemen, atau file yang digunakan sekarang. Tim kami membantu memahami bagian yang sudah jelas dan informasi yang masih perlu dilengkapi.
Jelaskan kepada siapa sebuah posisi melapor. Jika hubungan kerja berbeda antarbagian, sampaikan agar kebutuhan pengaturannya dapat dibahas.
Satu departemen dapat memiliki karyawan di beberapa lokasi. Lokasi kerja dan hubungan pelaporan perlu dibedakan agar struktur mudah dipahami.
Gunakan nama departemen dan jabatan yang disepakati. Sebutan yang berbeda untuk bagian yang sama dapat menyulitkan pencocokan data.
Tentukan siapa yang mencatat perubahan organisasi dan siapa yang memeriksanya. Alur sederhana ini membantu menjaga informasi tetap sesuai kondisi terbaru.
Misalnya, perusahaan membuka unit layanan baru. HR perlu mengetahui unit tersebut berada di bawah departemen mana, siapa yang memimpinnya, dan jabatan apa yang ada di dalamnya. Informasi ini membantu tim menyiapkan administrasi tanpa menebak hubungan kerja.
Struktur organisasi juga menjadi bahan pembahasan saat mengatur hak akses dan approval. Namun, jalur approval belum tentu sama dengan hubungan atasan langsung. Jelaskan aturan perusahaan saat konsultasi agar keduanya tidak dianggap selalu sama.
Setelah susunan tim jelas, pelajari pengelolaan tugas dan peran pada halaman Aplikasi Pengelolaan Jabatan.
Pastikan nama karyawan, jabatan, dan penempatannya sesuai melalui pengolahan data karyawan. Untuk beberapa lokasi, lihat juga HRIS multi cabang.
Struktur organisasi perusahaan menjelaskan hubungan antarunit dan tanggung jawab di dalamnya. Bagan yang terlihat rapi belum cukup jika hubungan pelaporan tidak mengikuti kondisi kerja. Perusahaan perlu membedakan struktur departemen, jabatan yang tersedia, dan karyawan yang mengisi jabatan tersebut. Contohnya, ketika kepala gudang berganti, tugas bagian gudang tetap tercatat. HR cukup mengupdate nama karyawan yang menempati jabatan tersebut.
Dalam perusahaan yang berkembang, struktur organisasi bisa berubah lebih cepat daripada dokumen yang digunakan untuk menjelaskannya. Tim baru dibentuk, fungsi digabung, atau seorang pimpinan menangani lebih dari satu unit. Tanpa update yang konsisten, karyawan bisa menghubungi pihak yang sudah tidak bertanggung jawab atas suatu proses. Pengelolaan struktur organisasi perlu menjawab pertanyaan sederhana: siapa menangani fungsi tertentu, kepada siapa pekerjaan dilaporkan, dan unit mana yang perlu dilibatkan. Informasi ini membantu orientasi karyawan baru, koordinasi antarbagian, dan pembahasan pembagian tugas saat perusahaan berkembang.
Sebelum memindahkan struktur ke aplikasi, perusahaan bisa mengecek susunan yang memang digunakan dalam operasional. Perbedaan antara struktur formal dan penugasan sementara perlu dijelaskan agar pengguna tidak salah membaca kewenangan. Nama departemen juga sebaiknya konsisten dengan data jabatan dan penempatan karyawan. Ketika ada perubahan, tentukan kapan susunan baru mulai digunakan dan siapa yang mengonfirmasinya. Dengan begitu, bagan menggambarkan susunan tim yang memang digunakan dalam pekerjaan. Perusahaan bisa menilai aplikasi dari kemampuannya mendukung kebutuhan informasi ini, lalu membahas keterkaitannya dengan proses persetujuan sesuai konfigurasi yang dibutuhkan.
Misalnya, perusahaan membentuk divisi baru dengan anggota dari beberapa departemen. HR perlu menyepakati siapa atasannya, kapan susunan baru berlaku, dan bagaimana koordinasi dengan unit lama dilakukan. Informasi tersebut membantu karyawan memahami jalur komunikasi dan membantu HR membahas kebutuhan persetujuan. Dalam demo aplikasi struktur organisasi, gunakan contoh restrukturisasi agar pembahasannya mencakup perubahan operasional, bukan hanya tampilan bagan.
Struktur yang jelas membantu karyawan baru mengenal tim dan memudahkan bagian lain mencari orang yang tepat untuk diajak koordinasi. Saat ada restrukturisasi, informasi yang perlu disampaikan juga lebih mudah ditentukan. Coba gunakan bagan yang sedang dipakai perusahaan saat melihat demo. Tunjukkan bagian yang sering menimbulkan pertanyaan, seperti satu pimpinan yang menangani beberapa unit. Dengan contoh ini, kebutuhan aplikasi bisa dibahas berdasarkan cara kerja perusahaan, bukan hanya bentuk bagan yang ingin ditampilkan.
Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Keduanya melayani UMKM hingga perusahaan besar, sesuai kebutuhan dan kebijakan IT terkait. Tim kami membantu mapping kebutuhan, persiapan data, dan setup aplikasi. Ceritakan proses HR yang ingin Anda perbaiki agar demo lebih sesuai dengan pekerjaan tim. Setelah implementasi, support tetap tersedia untuk membantu pertanyaan dan kendala penggunaan.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Aplikasi struktur organisasi membantu HR mengelola susunan departemen, jabatan, dan hubungan atasan. Informasi ini menjadi acuan penempatan karyawan dan koordinasi antarbagian.
Struktur organisasi menjelaskan susunan dan hubungan antarbagian. Pengelolaan jabatan membahas peran, tugas, dan informasi setiap posisi. Keduanya saling berkaitan, tetapi fokusnya berbeda.
Siapkan bagan atau daftar departemen, jabatan, nama atasan, serta lokasi kerja yang digunakan saat ini. File sederhana pun cukup untuk memulai pembahasan.
Tidak selalu. Perusahaan bisa memiliki aturan approval yang berbeda dari hubungan atasan langsung. Jelaskan kebutuhan tersebut agar pengaturan aplikasi dapat dibahas dengan tepat.
Tentukan siapa yang mengupdate data dan kapan susunan baru mulai digunakan. Tim kami membantu membahas kebutuhan pengaturannya sesuai perubahan yang direncanakan perusahaan.
Bedakan penempatan utama dari tugas tambahan. Jelaskan atasan yang bertanggung jawab dan kebutuhan akses agar struktur serta alur persetujuan tidak tertukar.
Ceritakan susunan tim dan kendala administrasi yang Anda hadapi. Kami siap membantu membahas kebutuhan aplikasi melalui konsultasi dan demo.