Rencana yang Disetujui
Gunakan jumlah serta posisi dari rencana yang berlaku. Jika kebutuhan berubah, jelaskan dasar perubahan sebelum membandingkan hasil.
Pantau realisasi rekrutmen dengan membandingkan kebutuhan karyawan, posisi terisi, dan target bergabung yang sudah disepakati. HR lebih mudah menentukan lowongan yang perlu diprioritaskan berdasarkan kebutuhan yang belum terpenuhi.
Jumlah kandidat yang lolos seleksi belum tentu sama dengan jumlah karyawan yang sudah bergabung. Perusahaan perlu menyepakati acuan realisasi agar laporan tidak menimbulkan salah pengertian. Pencatatan yang jelas membantu HR menunjukkan posisi terisi, kebutuhan tersisa, dan perubahan target.
Gunakan jumlah serta posisi dari rencana yang berlaku. Jika kebutuhan berubah, jelaskan dasar perubahan sebelum membandingkan hasil.
Tentukan status yang digunakan sebagai acuan realisasi, misalnya karyawan yang sudah mulai bekerja. Pisahkan dari kandidat yang masih dalam proses.
Catat sisa kebutuhan per jabatan, departemen, atau lokasi. Informasi ini membantu menentukan prioritas pencarian berikutnya.
Bandingkan waktu pemenuhan dengan target yang disepakati. Jelaskan perubahan jadwal agar tim memahami kondisi sebenarnya.
Sebuah departemen membutuhkan tiga karyawan. Dua kandidat telah menyatakan kesediaan, tetapi baru satu yang mulai bekerja. Status tersebut perlu dibedakan agar tim tidak menganggap seluruh kebutuhan sudah terpenuhi. HR dapat menyiapkan tindak lanjut berdasarkan posisi yang masih terbuka.
Sepakati kapan sebuah kebutuhan dianggap terpenuhi oleh perusahaan.
Periksa jumlah, posisi, dan tanggal bergabung yang sudah dikonfirmasi.
Bahas kebutuhan yang tersisa serta perubahan prioritas bersama departemen.
Realisasi rekrutmen menunjukkan hasil perekrutan dibandingkan dengan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Perusahaan perlu menentukan kapan sebuah posisi dihitung sudah terisi, misalnya setelah karyawan mulai bekerja. Dengan acuan yang sama, laporan dapat membedakan kandidat yang masih dalam proses, kandidat yang menerima tawaran, dan karyawan yang sudah bergabung. HR dan departemen kemudian bisa menentukan posisi yang masih perlu diprioritaskan.
Jumlah kandidat yang diproses belum menunjukkan berapa kebutuhan karyawan yang sudah terpenuhi. HR perlu membandingkan hasil seleksi dan data karyawan yang bergabung dengan rencana rekrutmen yang berlaku. Sebelum setup aplikasi, sepakati status yang menjadi acuan posisi terisi dan cara mencatat kandidat yang belum mulai bekerja. Langkah ini membantu menghindari laporan yang terlihat selesai padahal departemen masih kekurangan karyawan. Target mulai kerja juga perlu dicatat agar tim mengetahui posisi yang paling mendesak untuk ditindaklanjuti.
Jika hasil rekrutmen berbeda dari rencana, periksa penyebabnya sebelum menentukan langkah berikutnya. Posisi yang belum terisi karena kandidat belum ditemukan tentu berbeda dengan kebutuhan yang sengaja ditunda. Catat perubahan yang sudah disetujui agar hasil tidak dibandingkan dengan rencana lama. Saat demo, gunakan beberapa contoh posisi untuk membahas informasi yang dibutuhkan HR dan departemen. Dengan begitu, tim dapat menilai sisa kebutuhan, memahami kendala, dan menyepakati pekerjaan yang perlu dilanjutkan.
Misalnya, target pemenuhan belum tercapai karena kebutuhan posisi berubah atau kandidat terpilih belum bisa mulai bekerja. Angka selisih perlu disertai konteks agar tindak lanjutnya tepat. Saat membahas aplikasi realisasi rekrutmen, gunakan rencana kebutuhan dan hasil aktual pada periode yang sama. Pembahasan akan lebih berguna jika menunjukkan posisi yang membutuhkan perhatian dan tindakan yang bisa dilakukan tim.
Gunakan realisasi untuk menentukan langkah berikutnya, bukan hanya menandai posisi yang belum terisi. Ada kebutuhan yang perlu dipercepat, ada pula yang berubah karena rencana operasional. Saat demo, bawa beberapa contoh agar perbedaannya terlihat. Bahas siapa yang mengupdate informasi dan cara tim menyepakati prioritas. Dengan begitu, HR dan departemen punya gambaran yang sama tentang posisi yang masih dibutuhkan serta pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhinya.
Kebutuhan rekrutmen Anda bisa dibahas bersama tim Sigma Solusi Informatika. Sigma HRIS tersedia untuk on premises dan private cloud, sedangkan Forte HRIS berbasis cloud. Pilihannya mengikuti cara kerja serta kebijakan IT perusahaan. Siapkan contoh posisi atau proses seleksi untuk demo agar pembahasan lebih sesuai dengan kebutuhan HR. Tim kami membantu persiapan penggunaan dan tetap menyediakan support setelah aplikasi digunakan.
Sigma HRIS dan Forte HRIS melayani UMKM hingga perusahaan besar. Perbedaannya ada pada pilihan pengelolaan sistem. Tim kami membantu Anda memilih sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan IT.

Pilih Sigma HRIS untuk implementasi on premises di server sendiri atau private cloud. Tim kami mendampingi setup agar aplikasi sesuai dengan proses HR dan kebijakan IT perusahaan.
Pelajari Lebih Lanjut
Pilih Forte HRIS untuk penggunaan berbasis cloud. Tim kami membantu menentukan modul, menyiapkan data, dan mendampingi pengguna sesuai kebutuhan operasional HR.
Pelajari Lebih LanjutSigma HRIS dan Forte HRIS terus diupdate mengikuti kebutuhan pengguna, termasuk ESS, aplikasi mobile, dan dukungan teknologi AI powered. Lihat cara kerjanya melalui demo dengan contoh proses perusahaan Anda.
Bandingkan Pilihan ProdukSigma Solusi Informatika telah mengembangkan sistem HR dan payroll selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman ini, tim kami dapat menyelesaikan mapping business process hanya dalam beberapa jam untuk memahami cara kerja perusahaan Anda.
Cukup mulai dari data dan alur kerja yang sudah digunakan. Tim kami membantu persiapan, migrasi, dan setup agar aplikasi sesuai dengan proses perusahaan sejak awal.
Setelah aplikasi digunakan, tim support dan project manager tetap siap dihubungi. Kami membantu menjawab pertanyaan dan menangani kendala agar pekerjaan HR berjalan lancar.
Realisasi rekrutmen menunjukkan pemenuhan posisi dibandingkan rencana. Laporan rekrutmen lebih luas karena juga merangkum jumlah pelamar, tahapan seleksi, dan perkembangan prosesnya.
Bedakan kandidat yang menerima penawaran dari karyawan yang sudah mulai bekerja. Perusahaan menentukan status mana yang dipakai sebagai acuan realisasi, lalu menggunakannya secara konsisten.
Catat perubahan yang disetujui dan gunakan rencana yang berlaku saat membandingkan realisasi. Dengan begitu, selisih kebutuhan dapat dijelaskan.
Bandingkan kebutuhan yang masih berlaku dengan pemenuhan yang sudah dikonfirmasi, lalu tinjau prioritas serta hambatan proses.
Kandidat yang menerima tawaran kerja belum tentu langsung mulai bekerja. Pisahkan kedua tanggal tersebut dan gunakan acuan realisasi yang sama dalam setiap laporan.
Update status kandidat dan periksa kembali sisa kebutuhan agar laporan tidak menganggap posisi tersebut sudah terisi.
Ceritakan pekerjaan yang ingin dipermudah dan kendala yang tim Anda hadapi. Kami siap menunjukkan cara kerja aplikasi, membantu setup, dan mendampingi penggunaannya.